Nggak kerasa lebaran sudah lewat lagi dan hari ini saya harus sudah mulai merefresh otak saya lagi untuk mulai bekerja… ngomong-ngomong soal lebaran, hari lebaran saya kali ini kayaknya agak menarik karena pada hari lebaran pertama dan kedua saya kedatangan para tamu yang unik-unik… Ini nih ceritanya…
Seperti biasa hari pertama lebaran saya dan suami serta keluarga sholat Ied terlebih dahulu di mesjid terdekat lalu bersilaturahmi ke rumah kakek dan nenek dari ibu. Sesudah sholat Dhuhur, saya mendapat telpon dari salah satu kerabat dari Bandung yang akan silaturahmi ke rumah… ya sudah akhirnya kami sekeluarga pamit mundur dan segera pulang ke rumah. Setelah menunggu selama kurang lebih 1 jam, tamu yang ditunggu akhirnya tiba dengan membawa oleh-oleh buah mangga cengkir satu peti besar (besoknya kita pesta rujak loh…). Uniknya… tamu yang satu ini juga datang dengan membawa serta kedua istrinya… awalnya agak canggung juga kami menyambut kelurga ini… tetapi saya dan suami heran sekali setelah melihat istri pertama dan istri kedua terlihat akur dan santun satu sama lain. Mereka bahkan sholat berjamaah bersama-sama dengan suaminya.
Kerabat saya yang satu ini memang salah seorang pelaku poligami. Beliau sudah punya dua istri sejak kurang lebih dua puluh tahun yang lalu. Setelah tamu ini pulang, saya dan keluarga banyak bercerita tentang fenomena ini (nggosip maksudnya…). Bagaimana mungkin para istri pelaku poligami yang dalam gambaran kami sering penuh dengan konflik kok bisa seakur itu…. selidik punya selidik, berdasarkan informasi yang dapat dipercaya, (nenek saya), sebenarnya sejak dulu keluarga ini memang sudah akur, bahkan dulu pernah tinggal satu rumah. Meskipun poligami, kerabat saya ini memang orang yang jujur, berdasarkan penilaian nenek saya, meskipun punya dua istri, kerabat saya ini sebisa mungkin tidak berbohong terhadap masing-masing istri. Ketika ingin menghabiskan waktu bersama istri mudanya, kerabat saya tidak segan menyampaikan niatnya pada istri pertamanya. Mereka menjalankan usaha keluarga berjualan buah-buahan di pasar induk bersama-sama, bahkan ketika anak-anak istri tua menikah, istri muda juga ikut membantu mengurus pesta pernikahannya. Wah… hebat banget ya…
Kalo saya sih sudah pasti tidak akan tahan dan sebelum suami memutuskan untuk poligami saya mungkin akan demo duluan dengan mengerahkan seluruh kekuatan.
Anyway, pada hari kedua lebaran,… pagi-pagi sekali saat saya masih bau naga (maksudnya?), kami dikejutkan dengan kedatangan teman dekat yang datang sambil membawa serta istri dan kedua anaknya… yang membuat kami kaget adalah mereka yang datang sambil menangis… setelah semua tenang,… istri teman saya itu bercerita bahwa saat bersilaturahmi di rumah nenek, istri kedua teman saya datang bersama dengan putrinya…. dengan kata lain terjadi bentrok antara istri pertama dan istri kedua.
Sekali lagi kami dihadapkan dengan fenomena keluarga poligami. Teman saya ini dulu menikah dengan seorang wanita yang cukup jauh perbedaan usianya. Saat itu status teman saya duda yang memiliki satu putri yang masih balita. Karena pertimbangan anak, beliau memutuskan untuk menikah lagi atas pilihan orang tua. Tidak disangka setelah memiliki 2 anak, beliau bertemu dengan cinta pertamanya semasa SMA dulu. Ya akhirnya CLBK deh (cinta lama bersemi kembali) lalu tanpa seijin istrinya beliau menikah lagi dengan cinta pertamanya itu. Sejak itu banyak konflik yang terjadi antara teman saya dengan para istrinya.
Mendengar istri teman saya curhat, rasanya saya juga ikut terbawa merasakan penderitaan jadi istri tua. Padahal usianya masih dibilang muda, tidak jauh dengan saya tetapi sudah harus merasakan penderitaan semacam itu. Apalagi melihat anak-anaknya yang masih usia sekolah dasar menangis. Saya rasa mereka menangis bukan karena adanya istri muda, tetapi karena melihat ibunya yang sakit hati pada istri muda. Saya bisa melihat bahwa sejak teman saya menikah lagi, mereka sudah diajarkan untuk membenci istri muda. Padahal kalau saja mereka diajarkan untuk lapang dada dan tidak dibiarkan melihat konflik yang terjadi di dalam rumah tangga mereka, tentu kebencian mereka terhadap madu ibunya tidak akan tumbuh.
Ternyata dengan poligami, tidak hanya istri yang jadi korban, tetapi juga anak-anak. Menurut saya, sangat tidak sehat kalau seorang anak menyaksikan adanya ketegangan atau pertengkaran orang tua. Bagaimanapun hal itu bisa mempengaruhi perkembangan mereka kelak. Acapkali terjadi, dalam kasus poligami, anak-anak sering dijadikan senjata oleh para istri untuk mengambil hati sang suami atau mendapatkan dukungan dari orang lain ataupun dengan alasan lainnya. Seringkali anak-anak secara sengaja atau tidak jadi ikut terlibat dalam konflik rumah tangga yang seharusnya hanya jadi urusan para orang tua.
Memang ada juga kasus poligami yang tentram dan adem ayem saja seperti kerabat saya yang dari Bandung. Tetapi rata-rata kasus poligami yang pernah saya temui baik di lingkungan keluarga, kerabat atau teman, poligami cenderung hanya menimbulkan penderitaan berkepanjangan baik bagi para istri, anak-anak bahkan sang suami yang berpoligami itu sendiri. Ternyata berdasarkan ungkapan dari teman saya, menjadi suami yang memiliki banyak istri itu tidak mudah!!! Kalau tidak pandai-pandai me’manage’ waktu dan keuangan serta tidak pandai bersilat lidah (ini cuma kata teman saya lho…), sangat sulit mengatur rumah tangga.
Bayangkan saja, suami harus siap membagi waktu yang seadil-adilnya bagi tiap-tiap istri. Belum lagi harus pintar mencari penghasilan tambahan demi menafkahi dua keluarga atau bisa lebih. Apalagi kalau harus menghadapi para istri yang dibakar api cemburu (Cieeee….). Kalau sudah berbohong,… maka akan diikuti oleh kebohongan yang lain,… terus saja sampai akhirnya lupa yang mana yang kenyataan yang mana yang bohong…..
Kesimpulannya, sebelum memutuskan untuk poligami (tergoda janda muda…) pikirlah baik-baik karena selain menimbulkan penderitaan bagi orang-orang yang kita sayangi, pengaruhnya bagi tumbuh kembang mental anak-anak sangat tidak sehat…. Bagi yang sudah terlanjur, contohlah nabi besar kita Muhammad SAW yang selalu sebisa mungkin membahagiakan dan bersikap adil terhadap para istrinya. Sedangkan bagi para istri korban poligami, mungkin ikhlas adalah kata kuncinya…… Hanya kepada Allah SWT semata kita memohon pertolongan.
Mudah-mudahan rumah tangga saya selalu dilindungi dari penderitaan itu ….

ya juga terkadang memang menyakitkan. hidup itu seperti buah simalakama ya mom…
sekarang keadaan pria dan wanita itu kan 1:5 nah misalkan tidak ada pria yang berpoligami berapa wanita yang tinggal tanpa pasangan hidup ya ? kasihan juga kondisi mereka… menyakitkan tentu menjalani hari-hari tanpa pasangan hidup..
Jomblo seumur hidup deh !!!
#ikrarestart
Saya sih tidak menganggap poligami itu tidak boleh karena Nabi Muhammad SAW pun melakukan hal tersebut,…. cuma tentu saja dengan catatan2 khusus seperti yang saya sebutkan di tulisan saya itu…
Kalau saya sendiri sih ogah dech di poligami….
Namanya juga JOHAN (jodoh di tangan Tuhan), urusan ada yang menjomblo seumur hidup or justru sebaliknya itu sudah diatur sama yang di atas bahkan kalo perbandingan pria dan wanita 1 : 10 pun juga, kalo jodoh mah terserah yang di atas kalle…
Intinya adalah poligami it’s ok (apalagi dalam Islam tidak ada larangan) tapi harus bisa berlaku adil. Kalau tidak yakin bisa adil berarti jangan pernah terpikir (apalagi) mencoba-coba berpoligami….ehm..ini bukan suara hati kaum feminis lho…
yup dalam hadis juga apabila seorang suami tidak bisa berlaku adil bagi istrinya maka dia akan berjalan dengan ketimpangan di yaumil akhir
seharusnya para istri bangga kalo suaminya laku???….he..he.. (becanda…)
poligami memang tidak dilarang, enak sekaligus memusingkan, dalam artian seorang suami untuk bersikap adil terhadap istri-istrinya itu tidaklah gampang, terkadang menurut kita sudah bersikap adil, tetapi belum tentu menurut pendapat orang.. ya ga…
# si kasep
Sapa sich nich si kasep, kayaknya kenal….
Awas kalo poligami!
Haha.. seru juga ngomongin masalah poligami…
poligami….??
Allah dah ngatur semua jalan hidup manusia. kalo dikasih kesempatan buat poligami siapa sich yang mau nolak,, tapi klo satu ja tdak terpenuhi kewajiban lahir dan bathin’a jangan pernah coba2…
mom nie agung, kalo sempet kunjungi blog agung..
oia mom, gmana kalo bimbingan lap. lewat email,,,?
klo bleh, sekalain pas berkunjung simpen alamat email mom. bolak/ik bogor rada nguras kantong mom.
# Bocah Petualang
My email address : Sucieayu_k@hotmail.com
send me email soon with your number too
Poligami itu indah jika dilakukan bukan karena nafsu melainkan karena Alloh, tapi apakah sekarang ada poligami yang demikian dan kalaupun ada pasti orang beranggapan bahwa poligaminya karena nafsu.
seperti poligami yang dilakukan Aa Gym, secara ilmu beliau telah mengetahuinya, tapi banyak beranggapan demikian.
untuk dipoligami perempuan mana yang mau cintanya dibagi dua?
-uus-
wah berat nie bahasannya mam…
poligami emg tabu bgt y bwt kaum hawa…
Poligami…itu asyik…poliandri no
Kalo ada cewe yang mau dipoligami, berarti si suami bener2 luar biasa hebat jadi suami. sangking hebatnya sama istri, sang istri merelakan suaminya kawin lagi. So bagi cowok yg mau poligami, buktikan dulu kehebatanmu menjadi suami pada istri pertamamu.
poligami atau tidak, namanya juga sudah jodoh… Allah yang ngatur semuanya… tinggal bagaimana menjalankan sebaik mungkin… betul ga ?!!!
# agis
setuju…